Pemerintah membuka peluang pelibatan kantin sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas program. Menurut Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari, pemerintah membuka opsi ini dalam rangka tata kelola program MBG, sehingga kantin bisa menggantikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan bergizi gratis.
Agustina menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin data penerima manfaat diperbaiki hingga data SPPG, dan semua kajian diminta untuk dilakukan dengan benar dan tidak terburu-buru. Pemerintah juga mempertimbangkan untuk membatasi penerima manfaat MBG hanya untuk masyarakat dari desil bawah, dan anak dari keluarga mampu tidak lagi menerimanya.
Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini menyambut baik rencana BGN untuk melakukan refocusing dan penataan program MBG. Yahya menilai bahwa BGN sebaiknya memfokuskan penerima manfaat MBG untuk balita hingga anak SMP, karena mereka masih dalam masa pertumbuhan yang memerlukan asupan gizi yang tinggi.
Yahya juga mengusulkan agar siswa SMA tidak lagi mendapat MBG, karena masa pertumbuhannya sudah tidak terlalu terpengaruh dengan tambahan asupan gizi. Ia juga menyambut baik rencana untuk membatasi penerima manfaat dari desil 8 sampai 10, namun mengingatkan agar penerapannya harus hati-hati agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.