Wakil Presiden Gibran Rakabuming baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan, untuk meninjau langsung program Sekolah Lapang Sagu di Distrik Agats. Dalam kesempatan tersebut, Gibran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk mendukung dan mereplikasi program ini di berbagai daerah di Indonesia.
Program Sekolah Lapang Sagu Asmat merupakan proyek pengembangan komoditas sagu yang dijalankan melalui pendekatan berbasis kebudayaan serta pemberdayaan masyarakat lokal. Gibran menyatakan bahwa program ini sangat baik dan harus didukung, serta menilai bahwa isu kemandirian pangan berbasis komoditas lokal kini menjadi sangat mendesak.
Wapres Gibran juga menyaksikan langsung proses pembuatan sagu tradisional yang dilakukan oleh anggota masyarakat adat Suku Asmat. Selain itu, ia juga membagikan peralatan sekolah baru kepada anak-anak setempat. Kawasan Sekolah Lapang Sagu Asmat saat ini memiliki bentangan luas sekitar enam hektare dan dikelola secara terpadu melalui kerja sama sinergis antara pihak Keuskupan Agats dengan pemerintah daerah setempat.
Program Sekolah Lapang Sagu Asmat tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat mereplikasi program ini di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan kemandirian pangan dan pemberdayaan masyarakat lokal.