Penggunaan dana Banpres untuk bantuan kurban Presiden Prabowo Subianto tidak perlu dipermasalahkan karena sudah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya. Menurut Sugiat Santoso, politikus Gerindra, penggunaan APBN untuk bantuan kurban bukanlah hal baru dan sudah menjadi program rutin pemerintah setiap tahun.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Sugiat Santoso, menjelaskan bahwa penggunaan uang negara untuk kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan hal yang lazim dilakukan oleh seorang kepala negara. "Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," ungkapnya.
Menurut Sugiat, bantuan presiden tidak hanya dalam bentuk hewan kurban, tapi juga banyak digunakan untuk mendukung berbagai sektor publik lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan fasilitas publik. "Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," ujarnya.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, juga menjelaskan bahwa penggunaan APBN untuk bantuan sapi kurban bukan hal baru karena sudah menjadi program rutin pemerintah setiap tahun. Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat agar dapat merayakan Iduladha dan menikmati daging kurban.
Juri menegaskan bahwa sapi kurban tersebut bukan untuk kepentingan pribadi Presiden Prabowo, melainkan sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat. "Pemerintah ingin kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama melalui momentum keagamaan yang memiliki nilai sosial tinggi seperti Idul Adha," katanya.