Riwayat kesehatan keluarga sering kali dianggap sepele, namun informasi ini dapat menjadi petunjuk penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri di masa depan. Banyak penyakit tidak muncul begitu saja, beberapa kondisi kesehatan diketahui memiliki keterkaitan dengan faktor genetik yang diwariskan dalam keluarga.
Mengutip Science Direct, memahami riwayat kesehatan keluarga menjadi salah satu langkah awal untuk mengenali risiko penyakit dan mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin. Riwayat kesehatan keluarga merupakan catatan mengenai kondisi kesehatan yang dialami anggota keluarga, mulai dari orang tua, saudara kandung, kakek-nenek, paman, bibi, hingga sepupu.
Setiap keluarga memiliki latar belakang genetik yang serupa, dan anggota keluarga umumnya juga berbagi lingkungan tempat tinggal, pola makan, kebiasaan hidup, hingga paparan faktor risiko yang sama. Mengutip Medineplus, kombinasi faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit tertentu dalam keluarga.
Beberapa penyakit yang sering ditemukan memiliki kaitan dengan riwayat keluarga antara lain penyakit jantung, hipertensi, stroke, diabetes tipe 2, hingga beberapa jenis kanker. Meski demikian, memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tertentu bukan berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit yang sama.
Salah satu manfaat terbesar dari mengetahui riwayat kesehatan keluarga adalah kesempatan untuk melakukan deteksi dini. Misalnya, seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker payudara atau kanker usus besar mungkin disarankan menjalani pemeriksaan skrining lebih awal dibandingkan orang lain.
Riwayat kesehatan keluarga juga dapat menjadi pengingat untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat. Ketika seseorang mengetahui bahwa keluarganya memiliki risiko tinggi terhadap penyakit jantung, misalnya, ia dapat mulai mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, dan menghindari kebiasaan merokok.
Cara mengumpulkan riwayat kesehatan keluarga dapat dilakukan dengan berbicara langsung kepada anggota keluarga, serta menggunakan dokumen medis, sertifikat kematian, atau catatan kesehatan lainnya. Riwayat kesehatan keluarga sebaiknya diperbarui secara berkala dan dibagikan kepada tenaga kesehatan saat melakukan konsultasi medis.