Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia melalui Biro Perencanaan dan Kerja Sama mengadakan forum koordinasi pada Kamis (25/6) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat pembukaan Pelintasan Temajuk–Telok Melano serta mengeksplorasi peluang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor pariwisata.
Forum ini dipimpin oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI, Budi Setyono, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, perwakilan dari Bappenas, serta Konsulat Jenderal RI di Kuching. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang telah disepakati pada 26 Mei 2026 untuk merumuskan langkah konkret dalam mengaktifkan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk sebagai jalur pergerakan antara Indonesia dan Malaysia.
Budi Setyono menjelaskan bahwa proses pembukaan pelintasan harus dilakukan secara resiprokal melalui kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia. Ia mengusulkan agar momentum peresmian pelintasan dilakukan pada minggu keempat Agustus 2026, setelah peringatan Hari Kemerdekaan kedua negara. Budi menekankan pentingnya kolaborasi dan kesepakatan antara kedua negara untuk peresmian ini.
Rencana tersebut juga akan dibahas lebih lanjut dalam Forum Sosial Ekonomi Daerah (Sosekda) yang dijadwalkan pada 27 Juli 2026. BNPP memastikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan secara terkoordinasi, termasuk sinergi antara kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan keamanan untuk mendukung operasional perlintasan yang aman dan tertib.
BNPP bersama Pemerintah Kabupaten Sambas dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga merencanakan seremoni pembukaan perlintasan yang akan ditandai dengan penandatanganan bersama dan pelepasan lintas batas pertama. Kegiatan ini akan dimeriahkan dengan berbagai acara seperti Fun Run Border Temajuk, festival kuliner, pentas seni, dan bazar UMKM.
Forum juga membahas pengelolaan pascaperesmian, termasuk penyerahan aset lahan dan bangunan dari Pemerintah Kabupaten Sambas kepada pemerintah pusat. Aspirasi masyarakat setempat juga diangkat, termasuk harapan agar PLB Temajuk dapat melayani perjalanan menggunakan paspor. BNPP menegaskan komitmennya untuk menjadikan perbatasan sebagai beranda depan negara yang aman dan produktif, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat Temajuk dalam sektor pariwisata dan ekonomi.