Perdana Menteri Belanda Rob Jetten baru-baru ini menyampaikan permintaan maaf kepada tentara asal Maluku yang berperang untuk Kerajaan Belanda. Dalam kesempatan tersebut, Jetten meminta maaf atas perlakuan buruk terhadap tentara tersebut serta generasi pertama warga Maluku yang dibawa ke Belanda 75 tahun silam.
Permintaan maaf disampaikan oleh Jetten saat berbicara di Monumen Komunitas Maluku Nasional di Lloydkade, Rotterdam. Dalam kesempatan tersebut, Jetten menyampaikan permintaan maaf atas berbagai perlakuan buruk yang dialami para tentara Maluku, termasuk pemecatan yang tidak berperasaan dan tidak terhormat, penyambutan dan perumahan tidak memadai, pengabaian dan penelantaran, serta kerinduan yang tak kunjung sembuh akan tanah air.
Permintaan maaf tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dan teriakan oleh para hadirin. Jetten juga menegaskan bahwa permintaan maaf hanya bermakna jika diikuti tindakan nyata, meskipun belum bisa menyampaikan bagaimana ungkapan penyesalan pemerintah tersebut akan diimplementasikan.
Permintaan maaf ini merupakan langkah penting dalam upaya memperbaiki hubungan antara pemerintah Belanda dan komunitas Maluku. Dengan demikian, diharapkan dapat membuka jalan bagi pemulihan dan rekonsiliasi antara kedua belah pihak.