Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan perombakan besar-besaran dengan mengganti 19 pejabat eselon II di Kementerian ESDM. Perombakan ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam, serta untuk menerjemahkan kebijakan-kebijakan pemerintah dengan lebih baik.
Bahlil menegaskan bahwa peran negara dalam pemanfaatan sumber daya alam harus lebih besar dan efektif. Ia menekankan bahwa negara dan badan usaha harus bekerja sama untuk meningkatkan lifting minyak dan gas bumi, serta penataan Izin Usaha Pertambangan. "Kita harus mampu menerjemahkan kebijakan-kebijakan yang bisa diimplementasikan sesuai dengan apa yang diarahkan dan apa yang menjadi program bapak presiden," kata Bahlil.
Perombakan ini juga diikuti dengan pengetatan penerbitan izin usaha pertambangan. Bahlil mengatakan bahwa aturan baru sedang dibuat untuk memastikan bahwa penerbitan izin usaha pertambangan lebih transparan dan efektif. "Sudah saya dapat arahan dari Bapak Presiden dan sekarang aturannya lagi dibuat. Jadi tidak boleh lagi kita obral, semuanya harus betul-betul bermanfaat dan hasilnya dioptimalkan untuk lebih besar kepada negara, tetapi kita harus juga mengayomi pengusaha," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bahlil juga melantik 19 Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian ESDM dan memberikan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dan Satyalancana Pembangunan kepada 19 pegawai di lingkungan Kementerian ESDM dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi.