Pesawat pengebom strategis B-52 milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh dan meledak di Padang Pasir Mojave, California Selatan, pada Senin (15/6/2026) pagi waktu setempat. Pesawat ini jatuh sesaat setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Edwards, dan menghasilkan ledakan besar yang memicu kebakaran.
Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan bahwa pesawat hancur tak berbekas setelah menghantam daratan. Asap hitam membubung tinggi ke udara dan dapat dilihat dari jarak belasan kilometer. Video yang diambil dari udara memperlihatkan tanah hangus berwarna hitam pekat di lokasi jatuhnya pesawat, tanpa menunjukkan satu bagian pesawat pun yang masih tersisa.
Ledakan yang dihasilkan oleh kecelakaan ini sangat besar, menghasilkan bola api besar disertai kepulan asap hitam tebal yang membumbung tinggi ke udara. Delapan orang di dalam pesawat, termasuk pilot, tewas dalam insiden ini. Insiden terjadi sekitar pukul 11.20 waktu setempat saat pesawat menjalankan misi uji rutin.
Insiden ini masih dalam penyelidikan, dan belum ada informasi resmi tentang penyebab pasti kecelakaan. Namun, kejadian ini telah menimbulkan keprihatinan tentang keselamatan pesawat militer dan prosedur uji rutin.