Nasional

PNM Menyerap Lebih dari 70 Ribu Tenaga Kerja, Mayoritas Lulusan SMA/SMK

Rabu, 08 Juli 2026, 03:11 WIB 54 views 2 menit baca
PNM Serap Lebih dari 70 Ribu Tenaga Kerja, Mayoritas Lulusan SMA/SMK
PNM Serap Lebih dari 70 Ribu Tenaga Kerja, Mayoritas Lulusan SMA/SMK
Bagikan:

PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) terus berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia, terutama di tengah tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan sekolah menengah. Hingga saat ini, PNM telah menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja, dengan lebih dari 43 ribu di antaranya berasal dari lulusan SMA/SMK.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan bagian integral dari misi perusahaan dalam memberdayakan masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui perluasan layanan kepada jutaan nasabah ultramikro. Pertumbuhan jumlah nasabah PNM telah mendorong peningkatan kebutuhan tenaga pendamping di lapangan, sehingga membuka peluang kerja bagi generasi muda, khususnya yang berasal dari keluarga prasejahtera. "Ketika usaha ultramikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat," ungkapnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lulusan SMA dan SMK masih memiliki tingkat pengangguran terbuka yang relatif tinggi. Hal ini mendorong perlunya kolaborasi dari berbagai pihak untuk menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan. Kindaris menambahkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh PNM tidak hanya menghasilkan pengusaha yang mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan di komunitas.

Para karyawan PNM juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pengembangan kapasitas, jenjang karier, hingga beasiswa pendidikan yang disediakan oleh perusahaan. Saat ini, sekitar 88 persen tenaga kerja PNM adalah perempuan, yang berperan penting dalam pendampingan jutaan nasabah PNM Mekaar dan sebagai agen pemberdayaan ekonomi di komunitas.

Melalui pendekatan ini, PNM menegaskan bahwa dampak pembiayaan tidak hanya terbatas pada penambahan modal usaha. Pertumbuhan usaha ultramikro juga berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi keluarga, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperluas manfaat sosial di berbagai daerah. "Upaya ini merupakan bagian dari komitmen PNM bersama Danantara dalam membangun ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.

Program pemberdayaan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya, yang diperkuat melalui kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM untuk memperluas dampak pendampingan kepada pelaku usaha ultramikro. Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional, mulai dari pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja, hingga peningkatan daya saing Indonesia. Dony juga menekankan pentingnya perlindungan hak pegawai dan hubungan industrial yang sehat dalam transformasi BUMN.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait