Pramono, seorang pejabat yang terkait dengan kasus pemusnahan ikan sapu-sapu, baru-baru ini dikritik oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena keputusannya. Setelah menerima kritik tersebut, Pramono mengumumkan bahwa ia akan melibatkan ahli untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Ia berharap dengan melibatkan ahli, keputusan yang diambil dapat lebih tepat dan sesuai dengan keinginan masyarakat.
Keputusan Pramono untuk melibatkan ahli ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan konflik yang terjadi terkait pemusnahan ikan sapu-sapu. Ia berharap dengan adanya ahli, keputusan yang diambil dapat lebih objektif dan tidak memihak. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menerima keputusan yang diambil dan konflik dapat segera diselesaikan.
Untuk saat ini, Pramono belum mengumumkan siapa ahli yang akan dilibatkan dalam proses ini. Namun, ia berjanji bahwa ahli yang dipilih akan memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Dengan adanya ahli, diharapkan keputusan yang diambil dapat lebih baik dan sesuai dengan keinginan masyarakat.