Nasional

Prediksi Laba Maskapai Penerbangan Global Turun Drastis

Kamis, 11 Juni 2026, 04:07 WIB 10 views 2 menit baca
Prediksi Laba Maskapai Penerbangan Global Turun Drastis
Advertisement
Bagikan:

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi bahwa laba bersih industri penerbangan global akan turun drastis pada tahun 2026. Menurut laporan tahunan IATA, laba bersih industri penerbangan dunia hanya mencapai 23 miliar dolar AS pada tahun ini, jauh lebih rendah dari laba 45 miliar dolar AS yang dibukukan pada 2025.

Mengutip data laporan tahunan, IATA menyampaikan bahwa margin keuntungan industri penerbangan tahun ini akan menjadi yang terlemah sejak masa pandemi Covid-19. Maskapai global, terutama yang berbasis di Eropa, sebelumnya juga telah menghadapi tekanan pada rute menuju Asia akibat penutupan wilayah udara Rusia yang masih berlangsung seiring perang di Ukraina.

IATA memprediksi total tagihan bahan bakar avtur akan melonjak menjadi sekitar 350 miliar dolar AS pada tahun ini, naik dari sekitar 252 miliar dolar AS pada 2025. Biaya bahan bakar kini diperkirakan menyumbang hampir sepertiga dari total biaya operasional maskapai penerbangan di seluruh dunia. "Pasokan bahan bakar jet terancam, dan harganya telah meningkat hampir dua kali lipat sejak akhir Februari," tulis IATA dalam laporannya.

Sementara, harga avtur di Amerika Serikat (AS) meningkat tajam menjelang puncak musim perjalanan musim panas. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan pengiriman energi melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan AS, biaya bahan bakar melonjak 78 persen menjadi hampir 6,5 miliar dolar AS pada April 2026, setelah sebelumnya naik 26 persen pada Maret.

Dengan demikian, industri penerbangan global diprediksi akan mengalami penurunan laba yang signifikan pada tahun 2026. IATA belum mengeluarkan perkiraan tentang bagaimana industri penerbangan akan pulih dari krisis ini, namun diyakini bahwa penurunan laba ini akan memiliki dampak yang signifikan pada industri penerbangan global.

J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Sumber: inews.id inews.id

Berita Terkait