Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, telah mencatatkan sejarah sebagai kepala negara pertama yang menginap di Istana Negara, Jakarta, saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Lukashenko tiba di Jakarta pada Rabu, 1 Juli 2026, dan langsung disambut dengan upacara kenegaraan.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menjelaskan bahwa keputusan menempatkan Presiden Lukashenko di Istana Negara merupakan bentuk penghormatan dari Pemerintah Indonesia. "Kita memberikan penghormatan karena biasanya presiden yang lain berkehendak di hotel, tapi beliau kali ini ingin berkehendak untuk bisa di Istana," kata Sugiono.
Awalnya, Presiden Lukashenko direncanakan menginap di Wisma Negara, namun Presiden Prabowo Subianto menilai Istana Negara lebih representatif untuk menerima tamu negara. "Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden (Prabowo) menilai yang lebih representatif ya di Istana," kata Sugiono.
Sugiono juga membenarkan bahwa Lukashenko menjadi presiden pertama yang menginap di Istana Negara. Sementara itu, tamu negara yang terakhir menginap di Wisma Negara adalah Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. "Presiden (Lukashenko) yang pertama di Istana Negara. Kalau di Wisma Negara, terakhir itu Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen," ujar Sugiono.
Kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Dengan menginap di Istana Negara, Lukashenko telah mencatatkan sejarah sebagai tamu negara pertama yang mendapatkan penghormatan khusus dari Pemerintah Indonesia.