Di balik prestasi Fulviana sebagai lulusan termuda, terdapat konsistensi belajar, kemampuan mengelola tekanan akademik, serta disiplin menjaga keseimbangan hidup yang menjadi kunci keberhasilannya. Fulviana berhasil lulus dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada pada usia 20 tahun 4 bulan 27 hari, jauh lebih muda dari usia rata-rata lulusan program sarjana yang diwisuda, yaitu 22 tahun 6 bulan 15 hari.
Fulviana mengaku menempuh pendidikan dasar pada usia yang masih terbilang sangat belia, yaitu 5 tahun 8 bulan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia mengikuti program akselerasi dan berhasil menyelesaikan pendidikan menengah pertama dalam kurun waktu 2 tahun. Kemudian, ia masuk SD lebih awal dan mengikuti program akselerasi, yang kemudian membuatnya dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada usia 16 tahun 8 bulan.
Menjadi wisudawan termuda bukanlah sesuatu yang pernah dibayangkan Fulviana sebelumnya. Ia mengatakan bahwa capaiannya tersebut merupakan sebuah hasil dari proses belajar yang dijalani dengan konsisten. Fulviana membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan kemampuan mengelola waktu dengan baik, seseorang dapat mencapai prestasi yang luar biasa pada usia yang masih muda.