Kesehatan

Pria Muda Mengalami Gagal Ginjal Kronis di Usia 26 Tahun

Selasa, 12 Mei 2026, 19:10 WIB 21 views 2 menit baca
Pria Muda Mengalami Gagal Ginjal Kronis di Usia 26 Tahun
Ilustrasi. Seorang pria berusia 20-an asal Tuban, Jawa Timur membagikan kisahnya didiagnosis gagal ginjal kronis stadium 5. (iStockphoto)
Bagikan:

Edi Utomo, seorang pria muda asal Tuban, Jawa Timur, mengalami gagal ginjal kronis di usia 26 tahun. Ia didiagnosis pada tahun 2019 dan sejak saat itu harus menjalani cuci darah sebanyak dua kali seminggu. Jika ditotal, hingga saat ini ia telah menjalani 700 kali cuci darah.

Selain cuci darah, Edi juga harus rajin mengonsumsi obat hipertensi. Pasalnya, gagal ginjal kronis yang dialaminya disebabkan oleh hipertensi. Hipertensi memang dikenal sebagai salah satu penyebab utama gagal ginjal kronis. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat membuat arteri di sekitar ginjal menyempit dan melemah, sehingga ginjal tidak menerima oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi maksimal.

Edi menduga, kondisi tekanan darah tinggi dan gagal ginjal yang dialaminya terjadi akibat sering mengonsumsi mi instan. Sebelum didiagnosis, Edi mengaku kerap makan mi instan setiap hari, bahkan lebih dari satu bungkus. Ia juga bercerita soal gejala awal gagal ginjal yang dialaminya, yang awalnya dikira sebagai gejala masuk angin biasa.

Gejala awal yang dialami Edi berupa meriang saat menggunakan kipas angin, kemudian diikuti oleh penurunan tenaga yang cukup drastis dan membuatnya sering merasa mudah lelah. Selang beberapa bulan berikutnya, gejala lain berupa mual dan muntah pun muncul. Namun, perlahan ia mulai mengalami rasa sakit perut di bagian kiri bawah, yang kemudian didiagnosis sebagai penyakit lambung.

Setelah mengonsumsi obat lambung selama empat bulan, kondisinya tak kunjung membaik. Edi kemudian diperiksakan ke rumah sakit dan didiagnosis mengalami gagal ginjal kronis stadium 5. Ia pun mengajak masyarakat untuk rajin memeriksakan diri jika melihat gejala-gejala yang muncul, karena gagal ginjal kronis yang disebabkan hipertensi umumnya tak menimbulkan gejala.

J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait