PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), operator proyek waste to energy (WtE), akan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2028 mendatang. Rencana ini disampaikan oleh Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, yang akan mendorong perusahaan untuk melantai di bursa.
Pandu mengatakan bahwa rencana ini sejalan dengan kebutuhan investasi yang besar untuk menjalankan proyek tersebut. Total kebutuhan investasi untuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah ini diperkirakan mencapai 5 miliar dolar AS atau setara Rp87 triliun. "Karena ini kan besar investment yang kita lakukan, kalau dilihat totalnya bisa mencapai 5 miliar dolar AS. Keinginan kita nanti setelah ada cashflow, mau kita bawa menjadi perusahaan Tbk di sini," ujarnya.
PT Denera akan mengelola 33 proyek waste to energy yang tersebar di seluruh Indonesia. Perusahaan ini diharapkan menjadi perusahaan yang mengelola proyek waste to energy terbesar di dunia. Targetnya, seluruh kota-kota di Indonesia yang memproduksi sampah dalam skala besar akan memiliki fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah.
Rencana PT Denera untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2028 mendatang sejalan dengan keinginan perusahaan untuk memiliki cashflow yang stabil. Dengan demikian, perusahaan dapat membiayai proyek-proyek waste to energy yang tersebar di seluruh Indonesia.