Politik

Reaksi PDIP Terkait Jokowi yang Menginjak Kepala Kerbau saat Menerima Gelar Adat

Senin, 29 Juni 2026, 20:14 WIB 95 views 2 menit baca
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung. (Liputan6.com/Ardi Munthe).
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung. (Liputan6.com/Ardi Munthe).
Bagikan:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menerima gelar adat kehormatan "Baginda Pemuka Bangsa" dari lima kerajaan adat di Kota Bandar Lampung. Dalam upacara adat tersebut, terdapat prosesi menginjak kepala kerbau yang menuai perhatian publik. Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, tidak mempermasalahkan safari politik Presiden Jokowi, termasuk momen ketika Jokowi menginjak kepala kerbau.

Menurut Komarudin, logo partainya adalah kepala banteng, bukan kepala kerbau, sehingga tidak perlu ada yang diributkan. "Tidak apa-apa, kita kan bukan kepala kerbau, kita kepala banteng. Jadi tidak ada kaitannya itu. Yang bisa menjelaskan urusan injak-menginjak itu kan Pak Jokowi sendiri," kata Komarudin. Partainya baru akan mempermasalahkan apabila yang diinjak adalah kepala banteng.

Tokoh adat Lampung, Mawardi Harirama, menjelaskan bahwa prosesi meletakkan jari kaki di atas kepala kerbau merupakan bagian dari ritual adat Lampung Pepadun yang sarat makna filosofis. Ritual tersebut melambangkan upaya manusia menghilangkan sifat-sifat buruk dalam diri, seperti sombong, iri, dengki, tamak, dan sifat buruk lainnya. Mawardi berharap masyarakat menghormati seluruh rangkaian prosesi adat Lampung sebagai bagian dari warisan budaya.

Komarudin menegaskan Jokowi hanyalah bagian dari masa lalu PDIP sehingga aktivitasnya saat ini tidak perlu lagi ditanggapi. "Jadi apapun aktivitas beliau, saya tidak mau menanggapi karena bukan lagi bagian dari partai kan," ujarnya. Dengan demikian, PDIP tidak akan mempermasalahkan prosesi adat yang dilakukan oleh Jokowi.

J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait