Pendidikan

Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026: Meningkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi Anak-Anak Indonesia

Minggu, 03 Mei 2026, 18:13 WIB 17 views 2 menit baca
Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026: Meningkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi Anak-Anak Indonesia
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) ikut memberikan catatan kritis sebagai refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026. Dalam perayaan Hardinkas, P2G menilai perlu adanya upaya meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi anak-anak Indonesia yang jauh di bawah rata-rata negara di dunia.

Dari hasil PISA (2022) negara Indonesia, untuk aspek Numerasi meraih skor 366 (sementara itu rata-rata dunia 472), aspek Literasi meraih skor 359 (rata-rata dunia 476), dan aspek Sains meraih skor 383 (rata-rata dunia 485). "Bahkan untuk bidang Literasi, pada 2022 Indonesia alami skor terendah sepanjang sejarah keikutsertaan PISA. Pertama ikut tahun 2000 kita meraih skor 371, tahun 2022 malah nyungsep menjadi 359, rasanya sangat mengkhawatirkan dan memilukan," ungkap Satriwan Salim, Koordinator Nasional P2G.

P2G mendorong Presiden Prabowo melalui Kemdikdasmen melakukan restrukturisasi tata kelola guru dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Upaya ini patut dimasukkan dalam revisi UU Sisdiknas. P2G menilai adanya Guru PPPK Paruh Waktu tampak jelas melanggar Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023, melanggar Undang-Undang Guru dan Dosen, dan tidak sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional kita.

Keberadaan SMA Unggul Garuda, Sekolah Rakyat, revitalisasi atau renovasi sekolah, termasuk Makan Bergizi Gratis, akan sia-sia dampaknya jika rendahnya kemampuan dasar literasi-numerasi anak, rendahnya kompetensi dan kesejahteraan guru Indonesia tidak serius dibenahi. P2G mengapresiasi pemerintah pusat termasuk Kemdikdasmen yang telah merevitalisasi 16.000 sekolah angka yang melampaui target sebelumnya 10 ribu sekolah.

Target 2026 jumlahnya melonjak jadi 70.000 sekolah. Bahkan Presiden Prabowo menargetkan 288 ribu sekolah tuntas direvitalisasi sampai 2028. Capaian tersebut patut diapresiasi mengingat 44,98 persen sekolah secara umum dalam keadaan rusak sedang-berat. P2G juga mengapresiasi pelaksanaan PPG Dalam Jabatan bagi guru yang telah mengakselerasi pelaksanaan PPG Dalam Jabatan bagi guru.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait