IPB University telah melaksanakan dialog terbuka dengan mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk membahas keterlibatan kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 8 Mei 2026, di Gedung Startup Center, Kampus Taman Kencana, Bogor.
Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, mengapresiasi mahasiswa yang aktif menyampaikan kritik dan masukan mengenai berbagai isu nasional, termasuk keterlibatan IPB University dalam program MBG. Melalui forum itu, Rektor menegaskan bahwa IPB University telah memutuskan untuk tidak terlibat langsung dalam operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena mempertimbangkan berbagai risiko teknis dan keamanan pangan.
Peran yang diambil IPB University lebih strategis, yakni sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) untuk Pemenuhan Gizi Nasional bersama Badan Gizi Nasional, Bappenas, Unicef, dan berbagai mitra lainnya. Dengan CoE tersebut, peran IPB adalah menyusun kajian akademik, pelatihan, pengembangan standar mutu, hingga penguatan sistem pengawasan berbasis data.
IPB juga mendorong pembentukan CoE regional di berbagai wilayah Indonesia, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur. Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan, dan Halal, Prof. Erika B Laconi menegaskan bahwa IPB University tidak menjalankan operasional SPPG di dalam kampus.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB University, Muhammad Abdan Rofi, menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa mengiringi kebijakan yang telah disepakati bersama. "Kita merupakan bagian dari civitas akademika, sehingga diharapkan dapat menjadi pengawal, pengawas, sekaligus turut berkontribusi dalam mendukung Center of Excellence ini," ujar Rofi.