Pendidikan

Sekolah yang Tidak Lagi Aman: Pelanggaran Hak Anak di Institusi Pendidikan

Rabu, 08 April 2026, 15:29 WIB 10 views 2 menit baca
Sekolah yang Tidak Lagi Aman: Pelanggaran Hak Anak di Institusi Pendidikan
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Namun, kenyataannya, banyak sekolah yang telah berubah menjadi medan sunyi pelanggaran hak anak. Pelanggaran hak anak di sekolah dapat berupa kekerasan fisik, emosional, atau psikologis, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

Pelanggaran hak anak di sekolah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya pengawasan dari pihak sekolah, kurangnya kesadaran dari guru dan staf sekolah tentang hak anak, serta kurangnya partisipasi dari orang tua dan masyarakat. "Kami sebagai guru harus lebih peduli dan memperhatikan hak anak, karena mereka adalah generasi penerus bangsa," kata Ibu Sri, seorang guru di salah satu sekolah dasar di Jakarta.

Salah satu contoh pelanggaran hak anak di sekolah adalah kekerasan fisik yang dilakukan oleh guru atau staf sekolah. Kekerasan ini dapat berupa pukulan, tendangan, atau bahkan penyiksaan. "Saya pernah dipukul oleh guruku karena saya tidak bisa menjawab pertanyaan di kelas," kata Andi, seorang siswa sekolah menengah pertama di Bandung. "Saya merasa takut dan trauma setelah kejadian itu, dan saya berharap sekolah bisa menjadi tempat yang lebih aman bagi saya dan teman-teman saya."

Pelanggaran hak anak di sekolah juga dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, seperti gangguan emosional, gangguan psikologis, dan bahkan penurunan prestasi akademik. "Saya melihat anak-anak yang menjadi korban kekerasan di sekolah sering mengalami gangguan emosional dan psikologis, seperti depresi dan kecemasan," kata Dr. Hasan, seorang psikolog anak di Jakarta. "Oleh karena itu, sekolah harus lebih peduli dan memperhatikan hak anak, serta memberikan perlindungan yang cukup bagi mereka."

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah pelanggaran hak anak di sekolah, seperti meningkatkan pengawasan dari pihak sekolah, meningkatkan kesadaran dari guru dan staf sekolah tentang hak anak, serta meningkatkan partisipasi dari orang tua dan masyarakat. "Kami sebagai masyarakat harus lebih peduli dan memperhatikan hak anak, serta mendukung upaya pencegahan pelanggaran hak anak di sekolah," kata Bapak Ahmad, seorang orang tua murid di Jakarta.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah dilakukan berbagai upaya untuk mencegah pelanggaran hak anak di sekolah, seperti pembentukan tim pengawas hak anak di sekolah, pelatihan guru dan staf sekolah tentang hak anak, serta peningkatan partisipasi dari orang tua dan masyarakat. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Tags: Belum ada tag pada artikel ini
V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait