SMAN 1 Pontianak telah menyatakan penolakannya untuk mengikuti lomba ulang Empat Pilar MPR RI, setelah kejadian kontroversial dalam lomba cerdas cermat yang digelar di Pontianak. Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menyampaikan bahwa sekolah tersebut hanya berusaha untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi mengenai pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.
Indang menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang atau menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu. Sekolah tersebut tidak akan menganulir hasil lomba yang telah ditetapkan dan mendukung perwakilan Kalimantan Barat pada ajang nasional.
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, telah meminta maaf atas kejadian yang terjadi dan berjanji untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut serta mengevaluasi keseluruhan kinerja dewan juri dan sistem perlombaannya. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, juga telah memutuskan bahwa final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar akan diulang pada waktu yang akan segera diputuskan.
SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan. Sekolah tersebut juga memohon dukungan dari seluruh pihak untuk menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.