Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dilanjutkan pada hari ini, 14 Juli 2026, setelah sebelumnya terhenti selama masa liburan sekolah yang berkaitan dengan pergantian tahun ajaran. Program yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto ini kembali didistribusikan kepada para penerima manfaat di berbagai sekolah.
Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemantauan langsung untuk memastikan kualitas dan efektivitas pelaksanaan MBG. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan program setelah masa jeda. Tim dari BGN, termasuk Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Deputi Pemantauan dan Pengawasan, serta Deputi Promosi dan Kerjasama, mengunjungi sejumlah sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta pada 13 Juli.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa makanan yang didistribusikan diterima tepat waktu dan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat terjaga. "Kami ingin memastikan bahwa distribusi MBG kembali berjalan dengan baik setelah masa penyesuaian," ungkapnya. Sekolah-sekolah yang dipantau antara lain TK Trisula Perwari, SDN Paseban 09, SMP Trisula Perwari 2, dan SMP 88 Jakarta.
Selain itu, BGN juga memeriksa beberapa SPPG seperti Gambir Duri Pulo, Cinere Gandul, dan lainnya. Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan MBG, BGN telah melakukan berbagai perbaikan dalam tata kelola dan operasional program. Semua langkah ini diharapkan dapat memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas.
Selama kunjungan, BGN juga mengumpulkan masukan dari para pelaksana di lapangan, termasuk pengelola SPPG dan pihak sekolah. Arumsari menekankan pentingnya masukan tersebut untuk penyempurnaan pelaksanaan program. "Kami mencatat sejumlah hal yang perlu terus disempurnakan, baik dari sisi operasional, ketepatan waktu distribusi, maupun kualitas layanan di lapangan," tambahnya.
BGN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program MBG, dan hasil pemantauan akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan. Pimpinan BGN lainnya, Trenggono, juga melakukan kunjungan lapangan ke beberapa sekolah dan SPPG, menekankan pentingnya program ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga untuk menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan melibatkan potensi pangan lokal dan pelaku usaha di sekitar, diharapkan manfaat program dapat dirasakan oleh penerima manfaat, petani, dan masyarakat setempat. Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat menjadi penggerak ekosistem pangan di daerah.