Nasional

Tingginya Angka Perokok Anak, Waka MPR: Tanda Bahaya untuk Generasi Emas Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026, 23:45 WIB 62 views 2 menit baca
Soroti Tingginya Jumlah Perokok Anak, Waka MPR: Alarm Krisis Generasi Emas Indonesia
Soroti Tingginya Jumlah Perokok Anak, Waka MPR: Alarm Krisis Generasi Emas Indonesia
Bagikan:

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah perokok anak di Indonesia memerlukan tindakan nyata dan terukur, dimulai dari lingkungan keluarga. Ia menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat agar kesadaran untuk menciptakan generasi yang kuat dan tangguh dapat berkembang.

Dalam keterangan tertulisnya, Lestari menyebutkan data dari Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Foundation yang menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sekitar 2,03 juta anak remaja di Indonesia menghabiskan Rp 4,5 triliun per tahun untuk membeli 4,17 miliar batang rokok. Ia menilai angka tersebut bukan hanya sekadar statistik, melainkan merupakan tanda bahaya yang mengancam masa depan generasi Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi perokok di kalangan anak usia 10-18 tahun tercatat sebesar 7,4 persen, yang lebih tinggi dibandingkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 yang sebesar 5,4 persen. Lestari menekankan bahwa hal ini perlu segera ditindaklanjuti oleh semua pihak dengan langkah konkret agar target tersebut dapat tercapai.

Ia juga mengapresiasi berbagai upaya teknis yang dilakukan pemerintah dalam mencegah dan menekan penjualan rokok kepada anak dan remaja. Menurutnya, sosialisasi mengenai bahaya tembakau dan nikotin sejak dini memerlukan dukungan kolaboratif dari berbagai sektor. Lestari menegaskan bahwa penguatan pemahaman pola hidup sehat harus dimulai dari keluarga dan pendidikan, di mana orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak mereka agar menerapkan pola hidup sehat.

Dengan menyelamatkan anak-anak dari bahaya rokok, Lestari percaya bahwa ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait