Nasional

TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal di Ancol

Minggu, 05 Juli 2026, 23:59 WIB 59 views 2 menit baca
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal di Kawasan Ancol
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal di Kawasan Ancol
Bagikan:

TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Tim Gabungan Intelijen berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal yang diduga berasal dari Bangka. Penindakan ini dilakukan terhadap sebuah truk kontainer di Jalan Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (4/7) dini hari.

Keberhasilan penangkapan ini berawal dari informasi intelijen mengenai pergerakan armada yang membawa komoditas tambang ilegal menuju Jakarta. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Gabungan yang terdiri dari unsur Pusintelal, Koarmada RI, dan Denintel Kodaeral III dikerahkan untuk melakukan pengamatan dan penyekatan di titik-titik strategis.

Pada pukul 00.05 WIB, Tim Gabungan mulai memantau intensif di area perempatan Jalan Lodan Raya, tepatnya di sekitar Jembatan Kalimati. Tak lama setelah itu, tim menerima konfirmasi bahwa truk target dengan nomor polisi B 9336 TYV telah selesai melakukan pemindahan muatan di salah satu pergudangan di kawasan Lodan Ancol. Pergerakan truk tersebut terus dipantau oleh petugas, dan saat truk berusaha menjauh, Tim Gabungan langsung melakukan pengejaran.

Pada pukul 01.38 WIB, truk berhasil dihentikan dan dikuasai sepenuhnya oleh petugas di Jalan Lodan Raya, sekitar 50 meter dari pintu gerbang Pelabuhan Sunda Kelapa. Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, truk beserta pengemudinya yang berinisial M dibawa ke Markas Komando (Mako) Kodaeral III.

Hasil penggeledahan dan pemeriksaan fisik muatan menunjukkan bahwa Tim Gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa pasir timah ilegal sebanyak kurang lebih 150 kampil (karung) dengan total berat mencapai sekitar 6 ton. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen TNI AL dalam menegakkan hukum dan melindungi kekayaan alam negara dari praktik ilegal yang merugikan perekonomian bangsa.

Saat ini, pengemudi truk beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Kodaeral III untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan penyelundupan tersebut.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait