Belakangan ini, tren minum minyak zaitun atau olive oil shot menjadi populer di media sosial, terutama di kalangan mereka yang sedang menjalani diet. Minyak zaitun memang dikenal sebagai bahan makanan sehat yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan. Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa minyak zaitun tetap mengandung kalori yang cukup tinggi, sehingga konsumsinya perlu diperhatikan.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Jovita Amelia, Sp.GK, mengatakan bahwa minyak zaitun memang baik untuk kesehatan, tetapi konsumsinya perlu diperhatikan untuk menjaga berat badan. "Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang lebih sehat dibandingkan lemak jenuh," ujar dr. Jovita. "Namun, minyak zaitun tetap merupakan sumber energi yang tinggi kalori, sehingga konsumsinya perlu diperhatikan."
Satu sendok minyak zaitun bisa mengandung lebih dari 100 kalori, sehingga konsumsi rutin tanpa memperhatikan total asupan harian bisa menambah ratusan kalori tambahan dalam seminggu. Dokter keluarga asal North Carolina, Will Haas, mengingatkan bahwa minyak zaitun lebih baik dikonsumsi bersama makanan dibanding diminum langsung saat perut kosong.
Minyak zaitun tetap memiliki sejumlah manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Laporan Healthline menyebut minyak zaitun extra virgin mengandung asam oleat, vitamin E, vitamin K, dan polifenol yang bersifat antioksidan. Kandungan tersebut dinilai baik untuk kesehatan jantung dan membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif akibat radikal bebas.
Ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, mengatakan bahwa banyak orang sering terjebak menganggap makanan sehat pasti bebas dikonsumsi sebanyak apa pun. Padahal, semua makanan tetap memiliki kandungan energi yang perlu diperhatikan. "Tidak ada bahan tunggal yang otomatis membuat berat badan turun kalau pola makan dan gaya hidupnya tidak diperbaiki," ujar dr. Tan.