Mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) angkatan 2024, Muhammad Hanif, telah menciptakan turbin angin Terangin sebagai solusi bagi petani. Hanif telah mengembangkan teknologi ini sejak SMA dan telah berkembang menjadi perusahaan. Terangin memberikan akses listrik untuk penerangan ladang, terutama bagi petani bawang merah yang membutuhkan listrik untuk sistem anti hama.
Terangin memiliki tinggi 7 meter dan diameter baling-baling 2 meter, dilengkapi dengan panel surya 150 WattPeak dan baterai untuk menyalakan lampu saat malam hari. Turbin angin ini juga dilengkapi dengan sistem rem otomatis yang menghentikan mesin jika angin bertiup terlalu kencang. Hanif dan timnya telah menjual tujuh turbin angin dengan berbagai bentuk sesuai permintaan dan telah menerima 20 permintaan lainnya.
Modal produksi satu turbin Terangin kurang dari Rp 10 juta, di luar listrik dan lain-lain, dan dijual dengan harga Rp 14 sampai Rp 15 juta, tergantung lokasinya. Hanif dan anggota Terangin lainnya masih menempuh kuliah reguler sebagai mahasiswa dan harus menyeimbangkan pendidikan dan mengelola proyek. Mereka telah berhasil meraih beberapa penghargaan, termasuk Top 10 PLN ICE Startup Competition 2024 dan Top 6 Fowler Global Innovation Challenge 2026.