Upacara Pengambilan Janji/Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026, di kampus Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Acara ini diikuti oleh 69 lulusan yang telah selesai mengikuti Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPDPD) periode Februari 2026.
Lulusan terbaik yang dilantik menjadi dokter berhasil memperoleh nilai UKNPDPD Computer Based Test (CBT) tertinggi, yakni 96,00. Sebagian besar dari seluruh lulusan berhasil lolos UKNPDPD dengan nilai lebih dari atau sama dengan 80. Berdasarkan catatan Manajemen Pengelolaan Data Uji Kompetensi Mahasiswa Profesi Dokter Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), jumlah total peserta lulus UKNPDPD CBT dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) nasional periode Februari 2026 adalah sebanyak 3.693 orang.
Nilai tertinggi nasional untuk UKNPDPD CBT dan OSCE masing-masing adalah 99,33 dan 97,47. Dengan demikian, lulusan terbaik Fakultas Kedokteran UK Maranatha menduduki posisi jajaran teratas UKNPDPD CBT secara nasional, jauh di atas ambang batas kelulusan.
Dekan Fakultas Kedokteran UK Maranatha, Dr. dr. Julia Windi Gunadi, MKes, mengatakan bahwa kelulusan UKNPDPD bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga merupakan bukti nyata dari tekad, ketekunan, pengorbanan, dan doa yang tidak pernah putus terutama dari para orangtua. Ia menambahkan, dunia kedokteran saat ini semakin kompleks dengan perkembangan teknologi yang pesat, munculnya penyakit baru, dan harapan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin tinggi.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bandung, dr. Arif Budiman, SpBA, juga menggarisbawahi makna mendalam dari gelar profesi dokter yang baru disematkan kepada para lulusan FK Maranatha. Ia melanjutkan, di dalam sumpah tersebut terkandung janji untuk menjaga martabat profesi, mengutamakan kepentingan pasien, menghormati kehidupan, serta menjalankan praktik kedokteran dengan ilmu, hati nurani, dan integritas.
Salah satu dokter yang baru diambil sumpahnya, dr. Riska Ananda Safira, menyatakan bahwa upacara hari ini bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang komitmen dan tanggung jawab moral yang akan dijalankan seumur hidup. Ia mengatakan bahwa hari ini tugas mereka sebagai mahasiswa profesi kedokteran telah usai, dan ada tambahan gelar dokter di depan nama mereka, yang membawa tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.