Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) membuka program studi doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang perikanan dan kelautan. Program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga doktor di bidang perikanan dan kelautan yang masih terbatas di Indonesia.
Kepala Program Studi S-3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad, Noir Primadona Purba, PhD, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu menyusun rekomendasi berbasis data dan riset yang mendukung pengambilan kebijakan di sektor perikanan dan kelautan. Fokus kajian akan selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDG 14 tentang ekosistem laut.
Program Studi S3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad terbuka untuk semua lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Menurut Noir, isu perikanan dan kelautan memerlukan pendekatan multidisiplin ilmu. Sehingga tidak hanya dapat dikaji oleh lulusan bidang sains atau kelautan, tetapi juga ekonomi, komunikasi, hukum, kebijakan publik, dan berbagai bidang ilmu lainnya.
Metode belajarnya akan fleksibel dengan kombinasi perkuliahan hybrid, tatap muka, serta site visit ke lapangan. Model pembelajaran tersebut didukung berbagai fasilitas penelitian yang dimiliki Unpad, seperti Marine Station di Pangandaran, fasilitas penelitian di Pulau Biawak Indramayu, serta kawasan penelitian dan laboratorium Unpad di kampus Jatinangor.
Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan dapat meningkatkan karier maupun berkontribusi lebih luas dalam dunia akademik, pemerintahan, dan industri. Informasi lebih lanjut tentang program studi doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad dapat dilihat di laman https://smup.unpad.ac.id/.