Kementerian Agama (Kemenag) telah mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG). Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Kemenag menargetkan penuntasan sertifikasi bagi 467.353 guru yang telah berpendidikan S1 dalam waktu 2 tahun, dengan anggaran sebesar Rp11,59 triliun.
Keikutsertaan PPG dalam jabatan 2025 meningkat tajam hingga mencapai 700 persen, dengan 206.411 guru ikut PPG dalam Jabatan, meningkat dari 29.933 guru pada tahun 2024. Kemenag juga berupaya meningkatkan bantuan insentif bagi guru honorer, dengan standar Upah Minimum Kab/Kota (UMK), dan anggaran yang dibutuhkan diproyeksikan sebesar Rp12,76 triliun untuk menjangkau 467.809 guru.
Kemenag juga terus berupaya mencari solusi agar para guru honorer dapat diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pencairan TPG PAI periode Januari-Februari telah mencapai 87,4 persen, dengan 204.747 guru telah menerima TPG dari 234.265 guru yang berhak. Kemenag berkomitmen untuk mempercepat verifikasi dokumen dan transfer bank agar tidak ada lagi guru yang harus menunggu terlalu lama.