Awal bulan ini, Kementerian Dalam Negeri Kuwait mengungkap bahwa militer negara tersebut telah menangkap empat pria yang mengaku sebagai anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Keempat orang tersebut, yang terdiri dari dua kapten angkatan laut, seorang letnan angkatan laut, dan seorang letnan angkatan darat, berusaha menyusup ke Pulau Bubiyan menggunakan kapal nelayan pada 1 Mei.
Pihak berwenang Kuwait menyatakan bahwa keempat orang tersebut diduga sedang bersiap melakukan "tindakan permusuhan" di Kuwait. Sementara itu, dua orang lainnya berhasil kabur setelah pasukan keamanan Kuwait mencegat mereka selama operasi hingga terjadi konfrontasi bersenjata.
Penangkapan ini menunjukkan bahwa Kuwait telah berhasil menggagalkan upaya penyusupan oleh Iran, yang diduga berencana melakukan sabotase di negara Teluk tersebut. Insiden ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan eskalasi ketegangan antara Kuwait dan Iran.