Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan berbagai program dan kebijakan nasional dengan membuka ruang dialog. Hal ini disampaikannya saat menyerap aspirasi demonstran dari kalangan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
Gibran menyatakan bahwa pemerintah sadar akan kekurangan dan kelemahan dalam program dan kebijakan yang telah dilaksanakan. "Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama," tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa. Gibran berterima kasih kepada massa aksi yang terus bersuara dan memberikan masukan kepada pemerintah. "Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan," ujarnya.
Ketua Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, menilai sikap Gibran menunjukkan keterbukaan dalam menerima aspirasi dan hasil kajian yang disampaikan mahasiswa. "Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian, dia akan mengaudit dan mengonsolidasikan hasilnya, dia akan memberitahukan kepada pimpinan, khususnya Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Mahasiswa berharap ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, dapat terus dibuka sebagai bagian dari penguatan demokrasi. Mereka menyampaikan berbagai aspirasi dan hasil kajian terkait sejumlah isu nasional, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pendidikan, revisi regulasi, hingga pembangunan di wilayah tertinggal.