Universitas Padjadjaran (Unpad) baru-baru ini mengadakan wisuda gelombang III tahun akademik 2025/2026, dan salah satu momen yang paling mengharukan adalah pidato yang disampaikan oleh seorang wisudawan tuli, Hasbi Ridla Ilahi.
Hasbi, yang merupakan mahasiswa Program Studi Kearsipan Digital, berbagi pengalaman perjuangannya dalam menempuh pendidikan tinggi dan mengatasi hambatan yang dihadapinya sebagai penyandang disabilitas. Ia mengaku bahwa awalnya ia merasa putus asa dan ingin menyerah karena keterbatasan akses informasi, namun kemudian ia mendapatkan pendampingan dari Unit Layanan Disabilitas (ULD) Unpad dan Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang membantunya memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam kegiatan akademik.
Dalam pidatonya, Hasbi mengucapkan terima kasih kepada Unpad yang telah menyediakan ruang bagi penyandang disabilitas dan memberikan kesempatan yang sama bagi mereka untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia juga menekankan pentingnya inklusivitas dan aksesibilitas dalam pendidikan dan masyarakat, serta mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung.
Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, juga menekankan pentingnya inklusivitas dan aksesibilitas dalam pendidikan, serta mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan inklusif. Ia juga menekankan bahwa Unpad mendidik lulusannya untuk menjadi pencipta nilai, bukan sekadar pencari kerja, dan mengajak mereka untuk terus belajar dan beradaptasi dalam dunia yang penuh tekanan.
Wisuda Unpad ini juga dihadiri oleh Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, yang juga merupakan alumni Unpad. Ia mengingatkan bahwa gelar akademik adalah sebuah tanggung jawab moral dan mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung.