Di Indonesia, mi instan merupakan makanan yang sangat populer karena cara memasaknya yang praktis, harganya murah, dan mudah ditemukan di mana saja. Namun, banyak orang yang percaya bahwa air rebusan mi instan mengandung lapisan lilin yang membuatnya tidak layak dikonsumsi.
Menurut Healthline dan Detik, air rebusan mi instan sebenarnya aman dikonsumsi selama mi dimasak dengan benar dan produk yang digunakan masih layak makan. Banyak orang percaya air rebusan mi mengandung lapisan lilin berbahaya, padahal anggapan tersebut belum terbukti secara ilmiah.
Memang, mi instan sering dianggap sebagai makanan kurang sehat jika dikonsumsi terlalu sering. Salah satu alasannya, mi instan umumnya tinggi karbohidrat tetapi rendah protein, serat, dan vitamin. Jika hanya makan mi instan tanpa tambahan apa pun, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang seimbang.
Oleh karena itu, banyak ahli menyarankan agar mi instan dikombinasikan dengan makanan bergizi lainnya. Selain itu, kandungan natrium atau garam pada bumbu mi instan juga cukup tinggi. Dalam satu porsi mie instan, kandungannya bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan garam harian tubuh.
Untuk membuat mi instan menjadi lebih sehat, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan. Pertama, menambahkan sayuran seperti sawi, wortel, brokoli, kol, atau jamur bisa membantu meningkatkan kandungan vitamin dan serat dalam mi instan. Kedua, menambahkan sumber protein seperti telur, ayam, ikan, bakso, tahu, atau tempe agar lebih mengenyangkan dan bernutrisi.
Ketiga, kurangi penggunaan bumbu jika khawatir dengan kandungan garam tinggi. Cara ini membantu mengurangi asupan natrium harian tanpa menghilangkan rasa sepenuhnya. Keempat, pilih mi rendah sodium sebagai alternatif yang lebih baik. Terakhir, jangan terlalu sering dikonsumsi karena mi instan memang praktis, tetapi sebaiknya tidak dijadikan makanan utama setiap hari.