Magnesium adalah salah satu suplemen yang populer dikonsumsi sebelum tidur karena dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, dengan banyaknya jenis magnesium yang tersedia, banyak orang yang bingung tentang jenis mana yang sebaiknya dikonsumsi. Ahli diet Anar Allidina menjelaskan bahwa magnesium bekerja dengan cara menenangkan sistem saraf, sehingga membantu tubuh beralih dari mode "fight or flight" menjadi mode "istirahat dan pencernaan".
Menurut Allidina, magnesium juga berperan dalam produksi melatonin, hormon yang dilepaskan tubuh untuk persiapan tidur. "Magnesium mendukung ritme sirkadian Anda, membantu tubuh Anda memproduksi melatonin pada waktu yang tepat, tidak terlalu awal dan tidak terlalu larut," katanya. Dalam memilih jenis magnesium yang tepat, ada dua jenis yang cukup populer, yaitu magnesium glisinat dan magnesium sitrat.
Magnesium glisinat terikat pada glisin atau asam amino yang menenangkan, sehingga baik untuk tidur. Sementara itu, magnesium sitrat terikat pada asam sitrat yang dapat memicu efek pencahar ringan. Ahli diet Vicki Koenig menjelaskan bahwa magnesium sitrat dapat menyebabkan efek osmotik lebih besar pada saluran pencernaan, sehingga dapat membuat tinja lunak atau diare. "Magnesium glisinat akan menjadi bentuk yang lebih baik untuk dicoba dalam konteks mendukung tidur," ujarnya.
Dengan demikian, magnesium glisinat merupakan jenis magnesium yang lebih tepat untuk dikonsumsi sebelum tidur. Namun, penting untuk diingat bahwa sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.