Kesehatan

Pertumbuhan Anak dan Kualitas Tidur

Sabtu, 18 Juli 2026, 00:31 WIB 35 views 2 menit baca
Ilustrasi. Tak cuma asupan nutrisi penting, kualitas tidur anak ternyata juga memengaruhi tinggi badan anak. (iStockphoto/Choreograph)
Ilustrasi. Tak cuma asupan nutrisi penting, kualitas tidur anak ternyata juga memengaruhi tinggi badan anak. (iStockphoto/Choreograph)
Bagikan:

Pertumbuhan anak adalah proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk asupan nutrisi dan kualitas tidur. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa tinggi badan anak hanya ditentukan oleh seberapa banyak ia makan, namun faktanya pertumbuhan anak tidak hanya bergantung pada asupan nutrisi.

Tidur adalah proses yang sangat penting dalam pertumbuhan anak. Saat anak memasuki fase tidur nyenyak, tubuh menjalankan berbagai proses penting, salah satunya melepaskan hormon pertumbuhan. Hormon ini berperan penting dalam pembentukan tulang, otot, serta berbagai jaringan tubuh yang mendukung pertumbuhan tinggi badan.

Menurut studi yang dilakukan oleh Marco Zaffanello et al., sebagian besar pelepasan hormon pertumbuhan terjadi pada awal tidur malam, tepat ketika anak berada dalam fase tidur paling dalam. Ini menunjukkan bahwa tidur yang terlalu singkat atau sering terganggu dapat mengurangi kesempatan tubuh memproduksi hormon pertumbuhan secara optimal.

Meskipun tidur memegang peran penting, bukan berarti anak bisa tumbuh tinggi hanya dengan tidur lebih lama. Pertumbuhan tetap membutuhkan 'bahan baku', yakni nutrisi. Asupan protein pada usia 6 hingga 24 bulan berkaitan positif dengan pertumbuhan tinggi badan, karena protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk jaringan baru, memperkuat tulang, serta mendukung berbagai proses pertumbuhan yang dipicu hormon pertumbuhan.

Tidur dan nutrisi saling melengkapi dalam pertumbuhan anak. Tidur berkualitas membantu tubuh memproduksi hormon pertumbuhan secara optimal, sedangkan nutrisi menyediakan zat gizi yang dibutuhkan agar tulang dan jaringan tubuh dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, anak yang sudah makan cukup tetapi kurang tidur tetap berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, dan sebaliknya, tidur yang cukup juga tidak akan banyak membantu jika kebutuhan nutrisi hariannya tidak terpenuhi.

Di samping itu, tinggi badan anak juga dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari genetik, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan secara keseluruhan. Faktor keturunan memang menentukan potensi tinggi badan seseorang, namun potensi tersebut tetap dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk pola makan, kualitas tidur, dan gaya hidup selama masa pertumbuhan.

Mencukupi kebutuhan protein, memastikan anak tidur cukup setiap malam, rutin beraktivitas fisik, serta menjaga kesehatan secara umum merupakan kombinasi yang sama pentingnya untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan. Jika anak sudah makan dengan baik tetapi pertumbuhannya tampak lebih lambat dibandingkan anak seusianya, tidak ada salahnya mulai memperhatikan kembali pola tidurnya, karena pertumbuhan anak tidak hanya terjadi di meja makan, tetapi juga saat ia tertidur lelap di malam hari.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait