Polusi udara masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di banyak kota besar di Indonesia. Asap kendaraan bermotor dan emisi industri dapat membuat kualitas udara tidak sehat. Menurut Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di UC Irvine, Shahir Masri, gejala akibat kualitas udara dalam ruangan yang buruk dapat berkisar dari yang ringan, seperti sakit kepala dan kelelahan, hingga yang berat, termasuk asma, kanker paru-paru, serta penurunan harapan hidup secara keseluruhan.
Tubuh juga dapat memberikan sejumlah sinyal ketika terlalu sering terpapar udara yang tercemar. Beberapa tanda tubuh yang dapat mengindikasikan Anda terlalu sering terpapar polusi udara antara lain batuk, bersin, mata berair, dan sesak napas. Selain itu, sakit kepala dan pusing juga dapat menjadi tanda bahwa Anda terlalu sering terpapar polusi udara. Menurut CEO Allergy Standards dan peneliti di Indoor Air Innovation & Research Institute John McKeon, paparan karbon monoksida maupun tingginya karbon dioksida di ruang yang minim ventilasi dapat memicu keluhan tersebut.
Badan terasa cepat lelah juga bisa menjadi salah satu tanda tubuh terlalu sering terpapar polusi udara. Ketika menghirup udara yang tercemar, sistem pernapasan harus bekerja lebih keras untuk memasok oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih mudah kehabisan energi dan terasa lemas. Asma atau alergi makin sering kambuh juga dapat menjadi tanda bahwa Anda terlalu sering terpapar polusi udara. Menurut Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), orang yang memiliki riwayat asma atau alergi, kualitas udara yang buruk dapat memperparah gejala yang sudah ada.
Terakhir, iritasi kulit juga dapat menjadi tanda bahwa Anda terlalu sering terpapar polusi udara. Paparan polutan dan berbagai zat cemar dapat mengganggu lapisan pelindung kulit sehingga kulit menjadi lebih kering, sensitif, terasa gatal, atau gampang kemerahan. Pada orang yang memiliki kondisi kulit tertentu, seperti eksim atau dermatitis atopik, paparan polusi udara juga dapat memicu kekambuhan.