Andropause adalah kondisi penurunan hormon testosteron pada pria yang dapat menyebabkan berbagai gejala fisik dan psikologis. Kondisi ini dapat terjadi pada pria yang berusia 40-50 tahun, tetapi dapat dicegah dengan gaya hidup sehat. Menurut laman Marion Gluck Clinic, kadar testosteron pada pria mulai menurun secara bertahap sejak usia 30 tahun dengan laju sekitar satu persen per tahun.
Gejala andropause dapat berupa penurunan libido, gangguan ereksi, tubuh mudah lelah, berkurangnya massa dan kekuatan otot, peningkatan lemak tubuh, penurunan kepadatan tulang, perubahan suasana hati, sulit berkonsentrasi, dan gangguan tidur. Namun, tidak semua pria mengalami penurunan testosteron yang signifikan seiring bertambahnya usia. Sebagian pria masih memiliki kadar testosteron yang normal hingga usia lanjut.
Mengapa andropause bisa terjadi? Hingga kini, belum ada satu penyebab pasti yang menjelaskan mengapa andropause terjadi pada pria. Selain faktor usia, beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko munculnya gejala andropause, seperti stres, kecemasan, pola makan yang kurang sehat, serta konsumsi alkohol berlebihan. Selain itu, kondisi medis tertentu, seperti hipogonadisme onset lambat, juga dapat menjadi penyebab andropause.
Cara mengurangi risiko andropause adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup dan berkualitas, mengelola stres dengan baik, dan menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan. Bila gejala andropause mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau memengaruhi kualitas hidup, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.