Pendiri 'Mari Kita Bahas', Ahmad Alimuddin, membantah narasi yang beredar luas di masyarakat bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari sektor pendidikan. Menurutnya, anggapan ini perlu diluruskan karena tidak sesuai dengan kenyataan. Alimuddin menjelaskan bahwa anggaran MBG sebenarnya merupakan hasil dari efisiensi yang dilakukan oleh negara di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Suara Mahasiswa: Menguji Fakta, Menjaga Harapan' di iNews, Alimuddin menyebutkan bahwa efisiensi dilakukan dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, seperti rapat-rapat di hotel mewah, forum group discussion (FGD) yang tidak jelas hasilnya, dan perjalanan dinas luar kota yang tak jelas tujuannya. "Itu hasil dari semua efisiensi itu senilai Rp300 sekian triliun yang kemudian dialihkan oleh negara, oleh pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming ke berbagai program lainnya termasuk MBG," ujarnya.
Dengan demikian, Alimuddin berharap masyarakat dapat memahami bahwa anggaran MBG bukanlah bersumber dari dana pendidikan, melainkan hasil dari upaya efisiensi yang dilakukan oleh negara. Ia berharap bahwa hal ini dapat membantu menghilangkan keraguan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait dengan program MBG.