Menaruh dompet di saku belakang celana adalah kebiasaan yang umum dilakukan oleh banyak pria, karena dianggap lebih praktis dan mudah diakses. Namun, kebiasaan ini dapat memiliki dampak buruk pada tubuh jika dilakukan terus-menerus. Ketika dompet ditaruh di saku belakang, tubuh tidak lagi berada dalam posisi yang seimbang, karena salah satu sisi pantat menjadi lebih tinggi karena terganjal dompet.
Perubahan postur yang terus terjadi setiap hari dapat memberi tekanan ekstra pada otot dan sendi, sehingga menyebabkan keluhan pegal, kaku, atau nyeri setelah duduk dalam waktu lama. Selain itu, duduk di atas dompet juga dapat memicu reaksi berantai pada tubuh, karena salah satu sisi tubuh menjadi lebih tinggi, panggul ikut miring, dan tulang belakang bagian bawah melengkung untuk menyesuaikan posisi tersebut.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu stabilitas postur, membuat otot lebih cepat lelah, serta meningkatkan tekanan pada sendi panggul dan punggung bawah. Dompet yang tebal juga dapat menekan otot piriformis maupun saraf skiatik, sehingga menyebabkan iritasi pada saraf tersebut. Gejalanya dapat berupa nyeri pada bokong yang menjalar hingga paha atau betis, sensasi kesemutan, bahkan rasa kebas pada sebagian kaki.
Untuk menghindari risiko buruk pada tubuh, sebaiknya kebiasaan menaruh dompet di saku belakang celana dihentikan. Jika memang harus menaruh dompet di saku celana, sebaiknya keluarkan terlebih dulu sebelum duduk, terutama jika harus bekerja, menyetir, atau bepergian dalam waktu lama. Dengan demikian, posisi bokong dan tulang belakang dapat tetap simetris, dan risiko nyeri dan ketidakseimbangan otot dapat diminimalkan.