Binus University memperkuat komitmen dalam menyiapkan talenta digital Indonesia melalui perluasan penyediaan program studi Artificial Intelligence (AI) di empat kampus. Setelah sebelumnya menghadirkan prodi AI di kampus Kemanggisan dan Alam Sutera, kini prodi tersebut juga bisa dipelajari di kampus Bekasi, Bandung, Malang, dan Semarang.
Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa perluasan prodi AI merupakan bagian dari komitmen Binus dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi. "Keputusan untuk menghadirkan Program Artificial Intelligence di berbagai kampus BINUS merupakan bagian dari komitmen kami dalam semangat 'Fostering and Empowering the Society'," ujar Dr. Nelly.
Kurikulum AI dirancang dengan mengombinasikan berbagai ilmu, mulai dari fondasi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, Internet of Things (IoT), dan robotics, juga pemahaman mengenai etika AI, komunikasi, serta aspek bisnis. Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga memperoleh pengalaman melalui proyek nyata dan kolaborasi dengan industri agar memahami bagaimana AI diterapkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi dunia kerja.
Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., beropini bahwa cara pandang masyarakat terhadap AI perlu berubah. Menurutnya, pertanyaan yang paling penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI.
Binus University juga menuturkan bahwa AI telah berkembang menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi global. "Di berbagai negara, AI dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, hingga melahirkan model bisnis dan profesi baru," tutur Binus University.