Perum Bulog telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng hingga Selasa malam, 1 September 2026. Bantuan ini bertujuan untuk memastikan ketahanan pangan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Pusat Bulog, Jakarta. Ia menjelaskan bahwa seluruh jaringan logistik Bulog telah diinstruksikan untuk bergerak cepat guna mencegah kelangkaan bahan pokok di daerah yang terkena dampak bencana. "Bulog terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di wilayah NTT," ungkapnya.
Bantuan beras yang disalurkan terdiri dari 881,98 ton cadangan beras pemerintah untuk penanggulangan bencana, 101,8 ton bantuan dari pemerintah daerah, serta 472,98 ton dari program bantuan pangan. Selain itu, penyaluran minyak goreng telah mencapai 7.000 liter, yang merupakan total alokasi yang tersedia. Bantuan ini telah menjangkau tujuh kabupaten yang terdampak, termasuk Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.
Rizal menegaskan pentingnya memastikan ketersediaan pangan dalam situasi bencana, mengingat pangan merupakan kebutuhan mendasar. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar bantuan dapat tepat sasaran dan langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Tim Bulog juga aktif melakukan koordinasi dan pendataan di lapangan, dengan mencatat 45 posko bantuan di beberapa kabupaten.
Di Kabupaten Ngada, tim Bulog berkoordinasi dengan pemerintah daerah di posko bantuan, sementara di Nagekeo, Bulog bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pendataan dan koordinasi di Posko Utama Kecamatan Aesesa. Rizal memastikan bahwa penyaluran bantuan akan terus berlanjut hingga semua alokasi bantuan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan yang telah ditetapkan. "Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam mendukung pemerintah menjaga ketersediaan pangan dan memberikan respons cepat bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat akibat bencana," tutupnya.