Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus hanta atau hantavirus. Salah satu langkah utama yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan hantavirus berkaitan erat dengan hewan pengerat, terutama tikus dan celurut. Risiko penularan dapat meningkat pada orang yang sering beraktivitas di area yang memungkinkan kontak dengan tikus.
Andi juga mengingatkan risiko dapat muncul saat masyarakat beraktivitas di luar ruangan, termasuk saat berkemah atau berada di lokasi yang berpotensi menjadi habitat tikus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, terutama setelah batuk dan bersin, serta setelah beraktivitas di luar rumah.
Beberapa cara lain untuk mencegah penularan hantavirus adalah dengan hindari kontak langsung dengan tikus, jaga kebersihan rumah dan tempat kerja, simpan makanan dan minuman dengan aman, tutup lubang di dalam dan luar rumah, hindari sumber infeksi saat berwisata, segera periksa jika mengalami gejala, dan patuhi imbauan kesehatan saat bepergian.
Andi mengatakan pencegahan utama dilakukan dengan meminimalkan kontak dengan hewan pembawa penyakit, termasuk tikus dan celurut. Masyarakat juga diminta untuk memperhatikan cara menangani bangkai tikus, terutama di wilayah pertanian atau daerah dengan populasi tikus tinggi.