Presiden Prabowo Subianto menyebutkan nama Citra Nur Ramadhani dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD 2026. Citra adalah siswa Sekolah Rakyat yang berhasil meraih juara karate tingkat Kabupaten, setelah mendapatkan kesempatan belajar di sekolah khusus berasrama.
Citra berasal dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Provinsi Sulawesi Selatan. Ia hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang, setelah ayahnya meninggal dunia. Namun, berkat keberadaan Sekolah Rakyat, Citra dapat melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan keluarganya.
Sekolah Rakyat adalah sekolah khusus berasrama yang dirancang untuk anak-anak yang tidak mampu. Sekolah ini memiliki fasilitas yang bagus, dengan guru kompeten, makanan bergizi, dan lingkungan yang aman bagi setiap siswanya. Prabowo berupaya memutus rantai kemiskinan melalui sekolah ini, dengan strategi memastikan anak-anak dari keluarga miskin dapat melanjutkan pendidikan tanpa terjebak dalam kemiskinan.
Prabowo menjelaskan bahwa negara harus melakukan intervensi untuk mengatasi kemiskinan, sesuai dengan arahan Pasal 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Oleh karena itu, pemerintah telah membuka 93 Sekolah Rakyat permanen dan 182 Sekolah Rakyat rintisan, dengan tujuan bahwa setiap kabupaten memiliki satu Sekolah Rakyat.