Kesehatan

Cuaca Ekstrem Meningkatkan Risiko Penyakit DBD

Rabu, 06 Mei 2026, 06:29 WIB 10 views 2 menit baca
Cuaca Ekstrem Meningkatkan Risiko Penyakit DBD
Ilustrasi. Cuaca tak menentu, DBD makin ganas. (iStockphoto/Noppharat05081977)
Bagikan:

Perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu, termasuk suhu udara yang kian tinggi, membawa dampak yang signifikan bagi kesehatan. Salah satunya adalah meningkatnya risiko penyebaran demam berah dengue (DBD), penyakit yang kini tidak lagi mengenal musim dan dapat terjadi sepanjang tahun.

Ketua Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menjelaskan bahwa DBD memiliki karakteristik yang unik karena perjalanan penyakitnya memang sulit diprediksi. Gejala awal DBD yang umum, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga mual atau muntah, kadang dapat mengalami perburukan yang cepat, seperti perdarahan hebat dan syok.

Anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena sekitar 75 persen kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5-44 tahun, dengan proporsi kematian terbesar, yakni sekitar 41 persen, terjadi pada anak usia 5-14 tahun. Hal ini dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang masih berkembang serta keterlambatan dalam mengenali gejala.

Untuk mencegah DBD, diperlukan upaya yang komprehensif, mulai dari pengendalian lingkungan melalui 3M Plus hingga perlindungan tambahan sebagai bagian dari pendekatan yang menyeluruh. Imunisasi dengue kini direkomendasikan bagi anak usia 4 hingga 18 tahun sebagai salah satu langkah perlindungan tambahan.

Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026, kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting untuk memperkuat upaya pencegahan DBD melalui peningkatan edukasi dan akses layanan kesehatan. PT Takeda Innovative Medicines bersama Halodoc melakukan kemitraan strategis untuk memperkuat upaya pencegahan DBD melalui peningkatan edukasi dan akses layanan kesehatan.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait