PT Bayer Indonesia menerima kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, bersama Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda delegasi Jerman di Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis, terutama dalam transisi energi dan kerja sama sektor swasta.
Delegasi Jerman menyoroti peran PT Bayer sebagai contoh nyata sinergi antara Indonesia dan Jerman dalam mendukung prioritas nasional, termasuk agenda dekarbonisasi dan penguatan industri kesehatan. Pabrik kesehatan Bayer di Cimanggis tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga mengekspor produk ke lebih dari 42 negara. Reem Alabali Radovan menyatakan bahwa Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan dan inklusif, serta menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dan inovasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan keyakinannya bahwa kehadiran Bayer di Indonesia merupakan contoh kemitraan jangka panjang antara pemerintah dan sektor industri yang mendukung prioritas kesehatan nasional. Ia menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan menargetkan menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahunnya, dan untuk itu memerlukan pasokan Multiple Micronutrient Supplements (MMS) yang berkualitas dan konsisten.
Priscilla Silvan Praritza, selaku Kepala Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, menegaskan bahwa kunjungan ini mencerminkan komitmen jangka panjang PT Bayer Indonesia untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Dengan inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer berupaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang esensial.
Selama kunjungan, delegasi juga meninjau instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare dengan kapasitas 2.054 kWp, yang merupakan salah satu fasilitas tenaga surya terbesar di perusahaan farmasi multinasional di Indonesia. Instalasi ini mampu menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas dan mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton CO2 per tahun. Selain itu, mereka juga mengunjungi fasilitas produksi MMS, yang didukung oleh investasi sebesar Rp 99 miliar untuk lini produksi dan penelitian, dengan kapasitas mencapai 1,2 miliar tablet MMS per tahun.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen PT Bayer Indonesia dalam mendukung kesehatan ibu dan anak, sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia. Perkembangan lebih lanjut mengenai kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri kesehatan di Indonesia.