Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan berdampak negatif pada kebutuhan pangan dalam negeri. Menurutnya, produksi beras nasional hingga Oktober 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 juta ton, yang belum memperhitungkan produksi dari masa tanam September-November yang masih berlangsung.
Amran menjelaskan bahwa pemerintah juga memperhitungkan standing crop atau tanaman padi yang sudah ditanam dan akan segera dipanen. Dari sekitar 3,8 juta hektare standing crop, produksi beras diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton. Selain itu, masih terdapat lebih dari 10 juta ton beras yang tersimpan di masyarakat, termasuk hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta stok beras di Perum Bulog yang mencapai sekitar 5,2 juta ton.
Dengan demikian, pemerintah yakin bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu kebutuhan pangan dalam negeri. Amran menegaskan bahwa produksi beras nasional tahun ini diperkirakan lebih tinggi daripada tahun lalu, sehingga kebutuhan pangan nasional dapat tercukupi.