Sindrom Tourette adalah kondisi kronis yang dapat menyebabkan gerakan berulang dan suara yang muncul tiba-tiba. Gejala ini dapat berkisar dari ringan hingga berat dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun penyebab pasti sindrom Tourette belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor dapat memicu gejala ini.
Kondisi kehamilan dan persalinan dapat mempengaruhi risiko gangguan tic pada anak. Faktor-faktor seperti berat badan lahir rendah, komplikasi kehamilan atau persalinan, stres psikologis ibu selama kehamilan, dan penggunaan obat tertentu saat hamil dapat meningkatkan risiko gangguan tic. Selain itu, infeksi saat hamil dan infeksi dini pada anak juga dapat memicu gejala sindrom Tourette.
Stres dan kecemasan juga dapat memicu gejala sindrom Tourette. Mengutip dari National Health Service (NHS), tic dapat dipicu oleh stres, dan berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa keparahan tic sering meningkat saat seseorang menghadapi tekanan emosional. Kurang tidur dan kelelahan juga dapat memicu gejala sindrom Tourette, karena kondisi tubuh yang lelah dapat membuat tic lebih mudah muncul.
Screen time berlebihan, terutama jika mengganggu tidur, juga dapat memicu gejala sindrom Tourette. Emosi yang terlalu intens, baik positif maupun negatif, juga dapat memicu tic. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa sindrom Tourette adalah kondisi yang kompleks dan tidak dapat dijelaskan oleh satu penyebab tunggal.