Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa suhu udara terendah di Indonesia terjadi di Dieng, Jawa Tengah, dengan suhu mencapai minus 6 derajat Celsius saat fenomena suhu dingin atau bediding melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa fenomena bediding biasanya muncul pada malam hingga pagi hari selama musim kemarau. Kondisi ini terjadi karena langit cerah dengan tutupan awan yang minim, sehingga panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer. Penguatan Monsun Australia juga turut membawa massa udara dingin dan kering dari wilayah selatan khatulistiwa, yang lebih terasa di kawasan Indonesia bagian selatan, terutama wilayah dataran tinggi.
Guswanto mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, mengenakan pakaian hangat saat malam/pagi, serta menjaga asupan cairan. Fenomena suhu dingin tersebut diprediksi masih bertahan hingga puncak musim kemarau pada Agustus-September 2026. BMKG juga menyebut bahwa bediding tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi meluas hingga Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fenomena bediding ini merupakan hal yang normal pada musim kemarau, namun masyarakat perlu waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan. Dengan demikian, masyarakat dapat menghadapi fenomena suhu dingin ini dengan lebih siap dan aman.