JAKARTA - Dalam menghadapi dunia yang terus berubah, pemimpin dituntut untuk lebih dari sekadar mencapai target dan mengelola organisasi. Mereka perlu memiliki visi, nilai, dan tujuan yang kuat agar setiap keputusan yang diambil dapat memberikan dampak yang lebih luas. Hal ini menjadi fokus dalam Forum Kepemimpinan Spiritual 2026 yang bertema “Leading with Excellence, Living with Purpose”, diselenggarakan oleh Cinta Quran Learning dan Cinta Quran Foundation pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Salmon Noodle 3.0, Lippo Mall Kemang, Jakarta.
Forum ini mempertemukan para CEO, direksi, profesional, dan entrepreneur dalam sebuah ruang untuk berbagi dan mendiskusikan tantangan kepemimpinan dari dua perspektif yang saling melengkapi. Dengan format diskusi dan sharing inspiratif, forum ini menghadirkan dua pembicara yang memiliki latar belakang kepemimpinan yang berbeda, yaitu Nanang Chalid, HR Director Business Growth Partner di Paragon Corp, dan Ustadz Fatih Karim, Komisaris Cinta Quran Learning dan Cinta Quran Foundation.
Dalam sesi bersama Nanang Chalid, fokus dibahas mengenai Excellence, yaitu bagaimana seorang pemimpin dapat membangun organisasi dengan standar tinggi. Pembahasan meliputi aspek pertumbuhan, inovasi, kinerja tinggi, dan pengembangan talenta sebagai bagian penting dalam menciptakan kepemimpinan yang unggul. Menurut Nanang, pemimpin perlu terus mengembangkan diri serta menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anggota organisasi. Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang unggul tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari kemampuan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ustadz Fatih Karim menawarkan perspektif Purpose, mengajak peserta untuk merenungkan alasan di balik kepemimpinan dan nilai-nilai yang seharusnya menjadi dasar dalam menjalankan amanah tersebut. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan harus memiliki tujuan yang lebih besar daripada pencapaian pribadi atau organisasi. Ustadz Fatih menekankan pentingnya memahami bahwa setiap amanah akan dipertanggungjawabkan, sehingga keberhasilan juga harus dilihat dari nilai dan manfaat yang ditinggalkan.
Nilai-nilai yang dibahas dalam forum ini mencakup amanah, ikhlas, barakah, warisan, dan orientasi akhirat. Kedua perspektif tersebut kemudian dipertemukan dalam sesi dialog, sehingga kepemimpinan dari sisi korporasi dan spiritual tidak dipisahkan, melainkan dipandang sebagai perspektif yang saling menguatkan.
Forum ini membawa tiga gagasan utama, yaitu Excellence, Purpose, dan Impact, yang relevan dengan tantangan kepemimpinan yang semakin kompleks. Tidak semua masalah memiliki satu jawaban yang benar, sehingga pemimpin perlu ruang untuk belajar dari pengalaman nyata, memperkaya sudut pandang, dan menemukan solusi bersama. Melalui forum ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan dari para pembicara, tetapi juga diajak untuk merefleksikan tantangan kepemimpinan yang mereka hadapi dan mencari solusi yang dapat diterapkan di organisasi masing-masing.
Pada akhirnya, Forum Kepemimpinan Spiritual 2026 ingin menyampaikan pesan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang pencapaian yang diraih, tetapi juga tentang tujuan dari pencapaian tersebut dan dampak yang ditinggalkan.