Nasional

Gempa Flores Memicu Indikasi Likuifaksi, Badan Geologi Berikan Penjelasan

Minggu, 16 Agustus 2026, 21:56 WIB 57 views 2 menit baca
Gempa Flores Picu Indikasi Likuifaksi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Gempa Flores Picu Indikasi Likuifaksi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Bagikan:

Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan memunculkan indikasi terjadinya likuifaksi di daerah Waekokak. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya mata air yang muncul beberapa saat setelah gempa terjadi.

Kepala Badan Geologi ESDM, Lana Saria, menyatakan bahwa jenis likuifaksi yang terdeteksi berupa semburan air berpasir atau lumpur. Ia menjelaskan bahwa likuifaksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada tanah dan pondasi bangunan, meskipun kondisi likuifaksi di Waekokak tidak seberat yang terjadi di Palu. Menurutnya, likuifaksi di Waekokak masih dalam kategori relatif aman dan tidak memiliki potensi untuk mengalir jauh seperti yang terjadi di Palu.

Lana menambahkan bahwa pihaknya masih perlu melakukan identifikasi lapangan untuk memastikan apakah fenomena tersebut benar-benar likuifaksi. Gempa bumi ini dipicu oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, yang sebelumnya tercatat pernah menyebabkan gempa merusak dan beberapa di antaranya memicu tsunami. Ia mencatat beberapa kejadian gempa bumi yang diikuti tsunami di Flores, termasuk yang terjadi pada tahun 1961 dan 1992.

Lebih lanjut, Lana mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti arahan dari petugas. Masyarakat juga diminta untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyarankan agar masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri terhadap bangunan setelah terjadi gempa bumi. Sebelumnya, gempa yang terjadi telah mengakibatkan 51 orang tewas.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait