Kesehatan

Golongan Darah yang Berisiko Tinggi Mengalami Stroke

Jumat, 10 Juli 2026, 12:04 WIB 54 views 2 menit baca
Ilustrasi. Menurut sebuah studi, golongan darah A lebih berisiko terkena stroke di usia muda. Ini diduga berhubungan dengan kecenderungan pembentukan gumpalan darah. (iStockphoto/utah778)
Ilustrasi. Menurut sebuah studi, golongan darah A lebih berisiko terkena stroke di usia muda. Ini diduga berhubungan dengan kecenderungan pembentukan gumpalan darah. (iStockphoto/utah778)
Bagikan:

Stroke merupakan salah satu kondisi kesehatan serius yang bisa menyebabkan kerusakan sel otak, komplikasi jangka panjang, bahkan mengancam nyawa. Selain faktor kesehatan dan gaya hidup, sejumlah penelitian menjelaskan ada hubungan antara golongan darah dan risiko tinggi stroke.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology dari American Academy of Neurology pada 2022 menemukan adanya hubungan antara variasi gen yang menentukan golongan darah dan risiko stroke iskemik pada usia muda atau sebelum 60 tahun. Berdasarkan meta-analisis yang melibatkan 48 studi genetik dari Amerika Utara, Eropa, dan Asia, para peneliti menganalisis data dari 16.927 orang yang mengalami stroke serta 576.353 orang tanpa riwayat stroke.

Setelah mempertimbangkan jenis kelamin dan faktor lainnya, para peneliti menemukan orang dengan golongan darah A memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke usia muda dibandingkan pemilik golongan darah lain. Di sisi lain, pemilik golongan darah O diketahui memiliki risiko sekitar 12 persen lebih rendah dibandingkan golongan darah lainnya.

Menurut peneliti Braxton D. Mitchell dari University of Maryland School of Medicine, variasi gen yang berkaitan dengan golongan darah A dan O kemungkinan memiliki hubungan dengan kecenderungan pembentukan gumpalan darah. Gumpalan darah tersebut dapat menjadi salah satu penyebab stroke iskemik.

Selain golongan darah, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko stroke, seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi dan diabetes, pola hidup tidak sehat, konsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan obat terlarang, serta faktor usia dan riwayat kesehatan.

Menjaga pola hidup sehat tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko stroke. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, menjaga tekanan darah, mengatur pola makan, dan aktif bergerak dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta otak.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait